Pemuda Kampung

05.55

Gue lagi sewot sama RCTI. Kok bisa-bisanya dia seenak udel nayangin 'Mahakarya' waktu gue lagi ngerjain tugas seabrek-brek. Oke, lebay. Efek kebanyakan ngirup tinta bolpen.

Yak, kembali ke awal. Gue lagi sewot sama RCTI. Kenapa? Ya, ini semua ada hubungannya sama postingan gue kali ini.

Here we go, RCTI membuat sebuah 'mahakarya' atau apalah itu. Ceritanya ada kerajaan, namanya kerajaan matahari, kalo gak salah. Rajanya itu pak Prabu, putrinya Amira. Terus ada Raffi Ahmad, jadi pangeran elang. Gue sebenernya agak gak paham dengan penamaan 'Pangeran Elang'. Kenapa harus Elang? Kenapa bukan Parkit? Kenapa bukan Pipit? Kenapa bukan Titit?

Ceritanya si Amira dijodohin sama pangeran Elang. Tapi Amira menolak dengan alasan dia lebih mencintai pemuda kampung yang membantu dia ketika dia terjatuh saat dia berkuda. Yang bikin gue sewot adalah, Afgan. Kenapa Afgan di situ? Bukan, Afgan bukan mau sembuh-sembuhin temen Afgan yang sakit.
Ehm. Afgan menjadi pemuda kampung yang notabene dicintai oleh putri Amira, saudara saudaraahhh! Ya elah, kalo pemuda kampung macam Afgan mah siapa yang nolak?



Afgan si pemuda kampung.

Keadaan ini berbanding terbalik dengan realita yang ada di Indonesia dimana 'pemuda kampung' biasa diidentikan dengan 'abege-lelaki-alay-yang-berambut-terbakar-matahari' dan bukan 'lelaki-tampan-wangi-oh-so-sexy'. Gak tau kenapa ya, kalo gue jadi Amira gue pasti udah memekikan "Alhamdulillah yahh" berkali-kali sambil lempar poni sekepala-kepalanya. Gimana ga bersyukur kalo dapet pemuda kampung macam Afgan begitu?


pemuda kampung pada umunya

Sekarang coba bayangin kalo seandainya Limbad yang jadi pemuda kampung itu. Apakah putri Amira masih mencintai pemuda-kampung-yang-membantuku-ketika-aku-terjatuh-saat-berkuda?

Oke, kembali ke pemuda kampung. Yang ada di pikiran gue ketika mendengar kata2 "pemuda kampung" adalah rambut merah, celana ketat, baju ketat, goyang lempar kepala. Buseeeettt, itu pemuda kampung apa trio macan kesurupan?

Gak tau ya, sampe sekarang sih yang ada di otak gue kalo denger pemuda kampung itu selalu berhubungan dengan 'alay'. Dan sebenernya gue juga jarang sih liat pemuda kampung sebenarnya di sekitaran rumah gue. Secara gue bertetangga dengan 1 rumah 1 kantor dan banyak laham kosong. Pemuda ada paling mas dheka sama mas angger, sodara2 gue, dan tidak alay.

Satu-satunya pemuda alay yang gue kenal adalah Mahadika. Dan yah gue gak tau dia termasuk dalam golongan pemuda kampung atau bukan. Tapi yang jelas, kemana2 dia berpakaian layaknya penjual stiker. Jaket lusuh, celana pendek, dan muka mamang pila.


MahaDicka TagInginDisakidti

You Might Also Like

1 komentar

  1. dapet dari mna gambar pemuda campung itu niinddd ??? ;))

    BalasHapus